Mengenal Jenis Pengujian COVID-19

0

Setiap negara memiliki alasan dan kebijakan masing-masing terkait penerapan metode pemeriksaan COVID-19 (virus corona). Di Indonesia, Satuan tugas (Satgas) Percepatan Penanganan COVID-19 menetapkan tes PCR (Polymerase Chain Reaction) atau yang lebih sering dikenal dengan tes swab dan rapid test sebagai cara untuk mendeteksi infeksi yang disebabkan oleh virus corona. Namun, selain kedua metode tersebut, sebetulnya ada beragam jenis pengujian COVID-19 lain yang dapat digunakan untuk mendeteksi penularan virus corona dalam tubuh seseorang.

Pada dasarnya pengujian COVID-19 digolongkan menjadi 3 jenis: Genetik, Antibodi dan Antigen.

PCR (Polymerase Chain Reaction)

WHO dan badan kesehatan di Amerika Serikat, CDC, merekomendasikan PCR karena merupakan pengujian paling akurat. Tes PCR merupakan jenis pengujian genetik. Tes PCR sering disebut swab test karena pengambilan sampel melalui swab dari hidung atau tenggorokan. Sampel berupa dahak, lendir, atau cairan akan diteliti di laboratorium berbasis genetik. Jenis tes PCR akan mendeteksi keberadaan RNA virus untuk menentukan positif atau negatif terinfeksi virus SARS-Cov-2. Tes PCR membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan pengujian lainnya karena pengujian untuk menemukan genetika bukan perkara mudah

Tidak semua orang harus menjalani jenis tes COVID-19 seperti PCR. CDC merekomendasikan tes PCR hanya untuk orang dengan gejala terinfeksi virus corona, orang yang kontak dekat dengan orang positif COVID-19, dan orang yang diminta petugas kesehatan dalam hal ini Satgas Percepatan Penanganan COVID-19. Biaya tes PCR cukup mahal, sekitar dari Rp1,5 juta. Namun, jika kamu mendapat rekomendasi dari Satgas Percepatan Penanganan COVID-19, maka tes PCR tidak dipungut biaya.

TCM (Tes Cepat Molekuler)

Sistem kerja TCM hampir sama dengan PCR, yakni mendeteksi virus melalui pemeriksaan genetika, TCM biasanya untuk mendiagnosis penyakit tuberkulosis (TB) dengan berdasarkan molekuler. Namun, TCM juga bisa untuk mendeteksi COVID-19 menggunakan sampel cairan pada tenggorokan dengan amplifikasi nukleat berbasis cartridge. sehingga hasil uji tes TCM memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Pengujian TCM bisa selesai paling lama 2 jam serta biayanya lebih murah. Hanya saja, pengujian TCM di Indonesia terkendala ketersediaan cartridge. Selain itu, alat TCM yang ada difokuskan untuk diagnosa TBC.

Rapid Test Antibodi & Antigen

Rapid test merupakan pengujian cepat untuk mendeteksi virus berdasarkan antigen dan antibodi. Rapid test antigen digunakan untuk mendeteksi antigen (bagian luar virus). Antigen akan terdeteksi ketika virus aktif bereplikasi. Sementara antibody rapid test digunakan untuk mendeteksi antibodi Immunoglobin M (IgM) dan Immunoglobin G (IgG) yang diproduksi dalam tubuh untuk melawan virus corona. Antibodi tersebut akan muncul dalam darah dengan sendirinya setelah seseorang terinfeksi virus corona beberapa hari kemudian.

Dengan dasar itu, WHO tidak merekomendasikan antibody rapid test untuk deteksi corona. Rapid test hanya jadi screening awal infeksi COVID-19. Hasil rapid test adalah reaktif dan non reaktif. Reaktif berarti ditemukan antibodi dalam darah yang diuji. Jika hasil pengujian rapid test negatif, kamu belum tentu bebas dari infeksi virus corona. Seminggu setelah pengujian pertama, kamu harus menjalani rapid test kembali untuk membuktikan tidak ada paparan virus corona dalam tubuh.

Lebih lanjut, dr. Adam Prabata, kandidat Ph.D kardiovaskular di Kobe University, Jepang, membagikan perbandingan tingkat akurasi antibody rapid test IgM dan IgG. Ternyata, akurasi rapid test sangat besar variasinya, tergantung pada waktu pemeriksaan dan merek rapid test yang digunakan.

Tes Serologi

Tes serologi adalah pemeriksaan untuk mencari antibodi dalam darah dengan mengambil sampel darah dari pembuluh vena. Pengujian sampel tes serologi dengan antibody rapid test hampir sama. Bedanya, pengujian sampel jenis tes COVID-19 pada tes serologi berlangsung di lab yang dikerjakan oleh instrumen robotic, sehingga bisa berlangsung lebih cepat dan memiliki tingkat akurasi lebih tinggi dibandingkan antibody rapid test.

Immunoassay Test

Immunoassay test adalah metode pemeriksaan virus corona yang mirip dengan antibody rapid test dan tes serologi karena sama-sama menggunakan sampel darah. Tes ini pun juga untuk memeriksa antibodi dalam darah yang timbul akibat virus corona dengan menggunakan teknik biokimia untuk mendeteksi kehadiran antibodi atau antigen khusus. Dalam deteksi virus corona, immunoassay test khusus mendiagnosa antibodi IgM dan IgG. Tes ini akan efektif jika dilakukan setelah 10 hari dari dugaan terjadinya infeksi virus corona. Karena, IgM akan diproduksi pada hari ke-10 setelah infeksi virus corona, sedangkan IgG diproduksi setelah hari ke-12.

Sumber: Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor: HK.02.02/1/2875/2020 tentang Batasan Tarif Tertinggi Pemeriksaan Rapid Test Antibodi bagi pasien mandiri, CNBC

Choose your Reaction!
Leave a Comment

Your email address will not be published.