Inspiration

Membangun Negeri sejak Usia Dini

Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia, slogan yang ditonjolkan adalah “SDM Unggul Indonesia Maju”. Slogan ini memberi makna pentingnya pembangunan sumber daya manusia (SDM) untuk kemajuan bangsa Indonesia. Pembangunan SDM hendaknya dimulai sejak usia dini, yang fase perkembangan anak dapat dibentuk menjadi karakter manusia yang berkualitas.

Askrindo sangat peduli dengan pembentukan karakter anak bangsa sejak usia dini. Kepedulian tersebut diwujudkan dalam bebe­rapa program kegiatan, mulai dari menyiapkan sarana dan prasarana pendidikan, meningkatkan kom­petensi penga­jar, sampai dengan kegiatan untuk orang tua.

Dalam hal sarana dan prasarana pendidikan, Askrindo membantu menyedia­kan buku-buku dan alat permainan edukatif (APE) serta perangkat multimedia sebagai sarana untuk pembelajaran dan permainan bagi anak-anak usia dini. Sedangkan untuk meningkatkan kompetensi pengajar, Askrindo bersama PAUD Institute mengadakan seminar dan pelatihan guru PAUD agar lebih meningkatkan kemampuan dan terus up to date dengan perkembangan terkini.

Untuk meningkatkan literasi, Askrindo melalui Mobil Pintar (MoPi) Askrindo dan Taman Bacaan melakukan kegiatan membaca, mendongeng, dan menonton film edukatif untuk anak-anak. Selain itu, ada kegiatan parenting kepada orangtua murid dan masyarakat yakni dengan berbagi pengetahuan mengenai pola asuh dan perlindungan anak, bersama para pengajar dari PAUD Institute.

Direktur Kepatuhan dan SDM Firman Berahima menya­takan bahwa Askrindo dengan program peduli pendidikannya, selain ingin membantu mencer­daskan bangsa sejak usia dini, juga memerhatikan masyarakat yang berada di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Sebagai contoh, Askrindo bekerja sama dengan PAUD Institute menye­diakan Mobil Pintar (MoPi) Askrindo di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur; Kabu­paten Merauke, Papua; dan Kabupaten Lombok Tengah, NTB; serta Taman Baca­an di Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

Sebagai bentuk komitmen Askrindo dalam menyiapkan fondasi awal bagi pembangunan sumber daya manusia Indo­nesia, Askrindo telah menguat­kan PAUD dengan cara meningkatkan mutu dan kom­petensi gurunya melalui pelatihan dan seminar yang rutin diadakan setiap tahun, dan hingga saat ini sudah 2.600 orang lebih guru PAUD mendapatkan kesempatan pelatihan bersama PT Askrindo (Persero). Dalam waktu dekat akan diselenggarakan seminar nasional dan pelatihan guru PAUD di Provinsi Sulawesi Selatan.

Dhanang Sasongko, Direktur PAUD Institute, menyatakan Askrindo sangat mendukung Pendidikan Anak Usia Dini dengan program MoPi Askrindo yang telah tersebar di 11 provinsi di seluruh Indonesia dan akan menambah di 3 provinsi hingga akhir tahun ini antara lain di daerah Sabang, NAD. Kerja sama yang telah terjalin sejak tahun 2016 ini diharapkan akan terus berlanjut hingga MoPi Askrindo dapat menemani belajar anak-anak Indonesia di pelosok pedesaan, membangun gerakan literasi membukakan jendela dunia, mempersembahkan ge­ne­rasi emas untuk satu abad Indonesia Merdeka.

Melalui Pendidikan Anak Usia Dini yang merata diharapkan muncul generasi Indonesia yang memiliki kemerdekaan dalam berpikir dan berimajinasi untuk membentuk kebudayaan pada masa depan dengan teknologi yang lebih maju, tetapi tetap manusiawi dan Askrindo akan terus berupaya untuk dapat mewujudkannya.

Membangun Negeri Menuju Generasi Berprestasi

Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam. Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak keragaman budaya. Dari Sabang sampai Merauke wilayah Indonesia terbentang dengan sangat luas. Namun apakah dengan segala yang dimiliki oleh Negara ini, kehidupan bangsa kita akan menjadi sejahtera? Semua rakyat hidup makmur? Itulah sebuah tantangan yang harus kita pecahkan bersama supaya tercapai Negara Indonesia yang aman, sejahtera, dan disegani bangsa lain dengan membangun negeri kita dan mempersiapkan generasi yang berprestasi.

Dalam diri manusia terdapat kemampuan dasar baik jasmaniah maupun rohaniah yang tidak dapat berkembang dengan baik tanpa bimbingan dari pendidik. Oleh karena itu, setiap manusia membutuhkan pendidikan untuk mengembangkan jasmaniah dan rohaniah. Kebutuhan pendidikan tersebut bukan sekedar untuk mengembangkan perkembangan kemampuan dasar semata, melainkan juga untuk mengarahkan perkembangan kemampuan dasar itu kepada pola hidup sehari-hari, supaya keduanya biasa berjalan seiring dalam bentuk yang harmonis, sehingga tercipta keteraturan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Sekolah merupakan salah satu wujud atau bentuk dari pendidikan formal sebagai kelanjutan dari pendidikan informal dimana anak didiknya masih mempunyai ketergantungan kepada keluarga dan orang lain dalam mencapai kedewasaannya. Sehubungan dengan hal tersebut anak perlu distimulasi berbagai aspek perkembangannya serta dibekali dengan berbagai kompetensi agar dapat menghadapi tantangan zaman.

Untuk membangun sebuah generasi yang berprestasi, perlu diadakannya persiapan yang matang. Kita harus mampu memberikan pendidikan dan pemahaman pada anak mengenai sesuatu hal yang baik. Kita juga harus mampu mengajarkan pada anak sikap-sikap yangbaik yang sesuai norma dan agama dan membiasakan anak untuk menerapkan dan melaksanakan sikap dan perilaku yang baik.

Untuk membangun generasi yang berprestasi perlu dibangun sejak anak usia dini. Dengan penanaman sikap sejak anak usia dini, maka akan tertanam dalam diri anak dan akan teringat hingga anak dewasa karena sudah menjadi kebiasaan sejak dini.

Kesadaran akan pentingnya pendidikan juga harus ditingkatkan. Karena masih banyak masyarakat terutama para orang tua belum memahami apa pentingnya pendidikan. Kita sebagai calon pendidik harus mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat dan para orang tua akan pentingnya pendidikan bagi generasi muda. Dengan adanya pemahaman tersebbut, maka para orang tua akan berbondong-bondong memasukkan anaknya ke sekolah sejak usia dini.

Untuk menjadi sebuah negara yang maju diperlukan pemuda pemudi yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang luas serta memilki prestasi yang gemilang baik di tingkat nasional maupun internasional. Karena dengan berbagai pengetahuan, keterampilan, serta prestasi yang dimiliki anak bangsa maka akan menghasilkan beragam pemikiran dan ide-ide cemerlang untuk membangun negeri menuju generasi yang berprestasi, seperti mengadakan pendidikan wajib belajar hingga perguruan tinggi yang akan meningkatkan kualitas masyarakat Indonesia dan dapat bersaing dengan bangsa lain di tingkat internasional.

(R. Siti Munigar)

Membangun Negeri Melalui Pendidikan

Ada banyak cara untuk membangun negeri yang kita cintai, salah satu yang dapat dilakukan adalah melalui pendidikan. Tidak dapat dipungkiri bahwa pendidikan merupakan obat mujarab yang dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dengan pendidikan secara tidak langsung kita telah membangun negeri. Sebagai sebuah kebutuhan hidup setiap manusia di atas bumi, pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan bangsa pada umumnya dan negeri pada khususnya.

Upaya untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas harus dimulai dari sejak dini dan dalam prosesnya pendidikan dapat berasal dari pendidikan formal, pendidikan informal dan pendidikan non formal.  Dalam UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 kita  melihat ketiga bentuk pendidikan tersebut. Dikatakan bahwa pendidikan formal  adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Sementara pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Pendidikan nonformal  terdiri atas lembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat, majelis taklim, serta satuan pendidikan yang sejenis. Sedangkan pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan. Kegiatan pendidikan informal dilakukan oleh keluarga dan lingkungan dalam bentuk kegiatan belajar secara mandiri.

Negeri kita sementara berkembang dan akan semakin terus berkembang memerlukan ketiga bentuk pendidikan tersebut karena dengan pendidikan formal penduduk usia sekolah dapat mengeyam pendidikan secara berjenjang, sementara pelaksanaan pendidikan informal dapat mengurangi tingkat buta huruf dan menyediakan pelatihan/kursus untuk meningkatkan dan menambah keterampilan masyarakat, pengetahuan berwirausaha  yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapat masyarakat. Sedangkan pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan yang berbentuk kegiatan belajar secara mandiri, dengan kata lain pendidikan yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan, pendidikan yang lebih mengarah kepada pembentukan kepribadian dan karakter. Ketiga bentuk pendidikan perlu sinergis dan disinergiskan sehingga akan saling mendukung dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia baik dari segi pengetahuan dan keterampilan juga dari segi kepribadian.

Negeri kita akan maju, makmur, sejahtera dan aman jika memiliki sumber daya manusia yang berkualitas. Untuk mewujudkan sumber daya manusia berkualitas hanya melalui satu cara yaitu dengan pendidikan. Pendidikan dan pembangunan merupakan suatu proses yang saling mengisi. Proses pendidikan menempatkan manusia sebagai “starting point”, karena pendidikan mempunyai tugas untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk pembangunan. Pendidik memegang peranan penting karena merekalah yang menciptakan manusia pencipta pembangunan. Selanjutnya hasil pendidikan akan menunjang pembangunan, dapat dilihat hubungannya dengan peningkatan kondisi sosial ekonomi manusia yang mengalami pendidikan.

4 Pilar Pembelajaran

Pendidikan bukanlah seperti menuang air kedalam gelas kosong, atau menorekan kuas diatas kanvas putih, tetapi lebih seperti menyalakan lilin do kegelapan malam. Lilin yang di nyalakan adalah api abadi kemanusiaan yang akan terus menyala dari generasi ke generasi menjadi cahaya yang menyinari peradaban manusia. Melalui pendidikan peserta didik belajar ilmu pengetahuan yang akan membuka nalar dan pikir untuk mengenal dunia tempat ia hidup. Melalui pendidikan raga di latih untuk mengasah keterampilan mengolah dan mengarungi kehidupannya. Namun, lebih dari itu, melalui pendidikan pelita mata hati dinyalakan untuk menerangi jalan kehidupannya. Nurani pembelajar dihaluskan untuk menemukan kebenaran dan kebaikan dalam diri manusia, dalam menghayati serta menemukan nilai-nilai kemanusiaan yang universal dan hakiki. Melalui mendisikan pula, pembelajar belajar untuk hidup bersama. Itulah 5 pilar pembelajaran, dimana pada hakelatnya tujuan pembelajaran itu belajar untuk mengetahui, belajar untuk melakukan, belajar untuk jadi manusia, dan belajar untuk hidup bersama. Pendidikan yang mencerahkan adalah pendidikan yang memerdekakan. Memerdekakan manusia dari kebodohan, memerdekakan dari ketergantungan, memerdekakan dari eksplorasi manusia atas manusia, yang pada akhirnya melahirkan peradaban manusia.

"Many of life's failures are people who did not realize how close they were to success when they gave up."